"Yang tersisa adalah dendam," tulis pengamat sepakbola Inggris, untuk Guardian, Kevin McCarra, Jumat (8/11/2013).
Pernyataan McCarra bertolak dari romantisme masa lalu, tepatnya 21 September 2003. Saat itu, di Old Trafford, di hadapan ribuan pasang mata yang menjejali stadion, kedua tim bertarung sengit. Laga berjalan keras dan alhasil wasit Steve Bennett mengusir Patrick Vieira. Pemain asal Prancis itu dituding telah berupaya menendang Ruud van Nistelrooy.
Laga juga diwarnai dengan tendangan penalti, menyusul pelanggaran yang dilakukan Martin Keown terhadap Diego Forlan di kotak penalti. Nistelrooy maju sebagai algojo dan para pemain Arsenal degdegan. Tapi pada akhirnya klub asal London Utara itu selamat. Nistelrooy gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya membentur tiang gawang.
Di akhir laga, Vieira mengaku kesal dengan Nistelrooy. Dia bersikeras dirinya tak melakukan pelanggaran terhadap Nistelrooy. Dengan kata lain, sang bomber hanya bersandiwara untuk meminta belas kasihan wasit. Dan wasit terpengaruh dan tanpa banyak bicara langsung mengusir Viera.
Trauma Skor 8-2 Masih Terbayang di Benak Wenger?
Arsenal harus datang ke ‘Theatre of Dreams’ dengan trauma akan kekalahan dengan skor telak 8-2 di musim 2011-2012. Dalam kemenangan besar MU itu, striker Wayne Rooney mencetak hat-trick saat menggulung Arsenal di Old Trafford.
Dipermalukan MU di Old Trafford bukanlah perkara mudah yang bisa segera dihilangkan Arsenal begitu saja, sebab kekalahan tersebut bakal terus menjadi trauma dan menghantui Arsenal setiap kali bertandang ke Old Trafford.
Jadi, apabila Arsene Wenger dapat mengalahkan MU, maka Arsenal pun bakal terlepas dari belenggu masa lalu yang suram di stadion yang dibangun pada 1910 ini. Karena Arsenal selalu kesulitan mencuri kemenangan dari MU jika bermain di Old Trafford. Kemenangan terakhir Arsenal terjadi pada September 2006 ketika itu gol Adebayor di menit akhir membuat Meriam London menang atas MU.
Sepuluh Tahun Berselang
Kedua tim kembali bertemu di Old Trafford. Akankah drama kembali terulang? Sebelum laga, gelandang Arsenal, Aaron Ramsey mengatakan menang atas Manchester United dalam laga 'Super Sunday' Liga Premier Inggris, akhir pekan ini merupakan harga mati.
Alasannya jika meraih memenangkan pertandingan atas sang rival bisa meningkatkan kepercayaan diri, hal itu juga bisa menentukan gelar juara musim ini.
Sementara itu, penyerang MU Wayne Rooney yakin bisa membuat melempem meriam London. Kemenangan menjadi harga mati dalam laga tersebut. Sebab, MU kini berada di posisi kedelapan klasemen hasil penampilan yang belum juga konsisten.
"Kami jelas akan mengalahkan Arsenal. Sebab, kami sudah pernah berkali-kali melakukan itu," kata Rooney seperti dikutip Press Association, Jumat (8/11/2013).
Di sisi lain, kiper The Gunners, Wojciech Szczesny mengincar tiga poin guna menyempurnakan kemenangan sebelumnya atas Liverpool dan Borussia Dortmund.
Dirinya mengaku tak gentar dengan keangkeran Old Trafford dan status United sebagai juara bertahan. Menurut Szczesny, kemenangan di Signal Iduna Park pertengahan pekan lalu memberikan modal berharga bagi pasukan Arsenal.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar